Serba Serbi Dalam Berwirausaha 2018

A. Menumbuhkan Minat Wirausaha

Serba Serbi Dalam Berwirausaha 2018, Pada masa lalu, banyak orang bekerja sebagai petani di pedesaan. Di kota kecil, banyak orang ingin menjadi pegawai kantor pemerintah, swasta, pertambangan, atau perusahaan besar. Semakin berkambang negara, semakin banyak orang terdidik, tetapi banyak juga yang menganggur, maka penting menumbuhkan jiwa ke wirausahawan. Pembangunan akan berhasil jika ditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja karena kemampuan pemerintah yang terbatas.

tips untuk menjadi wirausaha yang sukses

Wirausaha berasal dari kata “wira” artinya berani, utama, atau mulia. Usaha berarti kegiatan berbisnis komersial maupun nonkomersial. Jadi kewirausahawan diartikan secara harfiah sebagai hal-hal yang menyangkut keberanian seseorang untuk melakukan kegiatan bisnis maupun nonbisnissecara mandiri. Oleh karena itu, wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun mutu wirausaha itu sendiri. Wirausaha adalah mengorganisasi, mengatur, dan menanggung risiko suatu bisnis atau perusahaan. Menurut Prof.Dr.H.Buchari Alma, banyak sekali manfaat wirausaha anatara lain :

Anda sedang membaca Artikel » Peluang Usaha Tahun 2018

Usaha Baru Bisnis pakaian

PELUANG USAHA MUDAH & RINGAN RESIKO


Konsep bisnis usaha rumahan ini adalah OBRAL / GROSIRAN dimana tidak perlu ruang khusus seperti butik atau toko/kios. Cukup sediakan BOX khusus untuk menampung baju-baju anak dan tumpahkan semua baju dalam box tersebut. Bisa anda buka di garasi rumah sebagai usaha rumahan. Hal ini memberikan kesan grosir/Murah sehingga pengunjung akan ramai berbondong2 membeli obral Baju 5.000 anda. Jika anda perlu gambaran, silahkan kunjungi langsung gudang pusat untuk melihat secara langsung konsep bisnis yang kami tawarkan.


Usaha ini cocok dijalankan di rumah, baik itu di garasi atau halaman rumah. Bisnis ini juga sangat cocok anda jalankan di Alfamart, Indomaret maupun Yomart karena kita bisa manfaatkan traffic pengunjung disana, selain itu sewa tempat tidak terlalu mahal, berkisar Rp 100 ribu – 250 ribu per bulan. Anda juga dapat berjualan obral baju murah meriah secara emperan kaki lima di pasar kaget dekat rumah anda yang biasa hadir pada waktu tertentu.


Anda tidak perlu bingung dgn modal seadanya anda bisa menciptakan usaha rumahan grosir Baju harga pabrik. ini bukan MLM/waralaba murni bisnis sampingan dirumah, apalagi jika anda memang sedang/sudah menjalani bisnis Baju / grosir Baju murah. anda bisa menilai sendiri bagaimana prospeknya.


ANALISA BISNIS BAJU MURAH


Nama : Biaya
Investasi Awal : Rp.3.500.000
Sewa tempat : Rp. 350.000/bulan
Karywan : Rp. 600.000/bulan
Harga Jual : Rp. 15.000/2pc atau Rp.25.000/2pc (untuk setelan)
Rata-rata penjualan per Hari : 100pc
Margin : Rp. 2.500/pc
Omset Per Hari : Rp. 250.000
Omset Per Bulan : Rp. 250.000 x 30 = Rp.7.500.000
Sewa tempat + Karyawan : Rp. 350.000 + Rp.600.000 = Rp. 9.500.000
KEUNTUNGAN per Bulan : Rp. 2.550.000 (LUMAYAN KAN)

Tidak sampai 3 Bulan Anda sudah balik Modal!



Segera Hubungi DELTAGROSIR untuk mendapatkan penawaran menarik dari kami.

SMS : 0857 7221 5758 - Telp : 0821 1454 5758

Delta Sari Baru Jl.Delta Sari Raya Utara No.18 Waru Sidoarjo SURABAYA Jawa Timur


Untuk mendapatkan harga murah grosir langsung dari pabrik silahkan hubungi kami segera di 0857 7221 5758. Atau datang langsung ke alamat kami di Delta Sari Baru Jl.Delta Sari Raya Utara No.18 Waru Sidoarjo SURABAYA Jawa Timur dan gabung dengan komunitas bisnis baju murah di facebook kami, untuk mendapatkan informasi update promo produk bisnis.
facebook delta grosir usaha pakaian murah
  1. Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran,
  2. Sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteraan,
  3. Menjadi contoh anggota masyarakat yang lain, sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh dan diteladani, karena wirausaha itu adalah orang yang terpuji, jujur, berani, serta hidup tidak merugikan orang lain,
  4. Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku,
  5. Berusaha memberikan bantuan kepada orang lain, pembangunan sosial, sesuai kemampuannya,
  6. Memberi contoh bahwa kita harus selalu bekerja keras, tetapi tidak melupakan perintah-perintah agama,
  7. bBrusaha mendidik karyawan menjadi orang mandiri, jujur, disiplin, dan tekun dalam menghadapi pekerjaan serta
  8. Midup efisien, tidak berfoya-foya, dan tidak boros

Sekarang, banyak anak muda mulai tertarik dan melirik fropesi bisnis yang cukup menjanjikan. Anak-anak pejabat, para sarjana, dan diploma lulusan perguruan tinggi, dengan latar belakang profesi orang tua yang berbeda-beda, mulai terjun ke bidang bisnis. Hali ini didorong oleh banyaknya persaingan para pencari kerja.
Setiap orang dapat memilih menjadi wirausahawan dalam hidupnya. Kewirausahawan dapat dimulai kapan dan dimana pun, bahkan saat sekolah menengah atau akademi, tidak harus menunggu sekolah lulus, atau menganggur di rumah.
Saat ini, orang tua sudah tidak dapat berpandangan negatif terhadap dunia bisnis. Apalagi, bagi mereka yang kondisi ekonominya lemah. Para orang tua akan mendukung anak-anaknya untuk mulai berdagang sejak muda.

B. Keuntungan dan Kelemahan Menjadi Wirausaha

Keuntungan dan kerugian selalu menjadi potensi yang sama dalam setiap usaha, salah satunya ketika memutuskan untuk menjadi wirausaha.
Berikut keuntungan menjadi wirausaha.

  1. Membuka peluang tujuan yang dikehendaki sendiri.
  2. Membuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan maksimal.
  3. Membuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha yang konkret.

Sedangkan, berikut kelemahan menjadi wirausaha.

  1. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti dan memikul berbagai resiko.
  2. Bekerja keras serta memiliki waktu/jam kerja yang panjang.
  3. Kualitas hidupnya masih rendah sebelum usahanya berhasil.
  4. Tanggung jawabnya sangat besar, banyak keputusan yang harus dibuat, meskipun belum menguasai permasalahann yang sedang dihadapi. Wirausahawan adalah inovator,seorang yang memiliki naluri untuk selalu melihat peluang dan semangat, serta siap menerima segala risiko setiap keputusan yang  diambilnya.

tips wirausaha dengan modal kecil

C. Latar Belakang Wirausaha

  1. Lingkungan keluarga semasa kecil. Biasanya, orang tua menjadi faktor penting dalam menumbuhkan minat berwirausaha. Pengaruh orang tua yang bekerja dan memiliki usaha sendiri menjadi pemicu anak untuk berwirausaha. Keadaan sering memberi inspirasi kepada anak sejak kecil. Situasi seperti ini akan diperkuat lagi oleh ibu yang juga ikut berwirausaha. Sehingga orang tua cenderung mendukung keberanian anaknya untuk berdiri sendiri. Suasana ini sangat penting bagi calon wirausahawan.
  2. Pendidikan. Banyak orang menyatakan bahwa tingkat pendidikan para wirausaha agak lebih rendah dibandingkan rata-rata populasi masyarakat. Namun ini tidak begitu signifikan karena tingkat pendidikan juga penting bagi wirausaha, terutama untuk menjaga kontinuitas usahanya dan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi diperlukan tingkat pendidikan yang memadai.
  3. Usia. Idealnya, usia yang baik untuk memuali wirausaha, yaitu 22-25 tahun. Namun, memulai usaha di luar ini tidak ada masalah.
  4. Riwayat pekerjaan. Untuk memulai suatu usaha, adakalanya seseorang memerlukan motivasi yang bersumber dari pekerjaan sebelumnya. Orang yang sudah bekerja sekian tahun, yang memiliki kemampuan dan pengetahuan usaha yang ia tekuni, serta bakatnya kurang tersalurnkan, banyak yang memutuskan berhenti dan membuka usaha sendiri. Sebagian besar mereka yang memiliki motif intrinstik seperti ini akan lebih berhasil dalam merintis dan mengembangkan usahanya.

D. Faktor kritis Membuka Usaha Baru

Beberapa faktor kritis yang berperan dalam membuka usaha baru, yaitu personal, menyangkut aspek kepribadian seseorang ; sosiologi, menyangkut hubungan dengan keluarga dan lain sebagainya; dan lingkungan, menyangkut hubungan dengan lingkungan. Ketika memiliki ide membuka usaha baru, seseorang akan mencari faktor lain yang dapat mendorongnya. Dorongan ini juga tergantung pada beberapa faktor, antara lain keluarga, teman, pengalaman, keadaan ekonomi. keadaan lapangan kerja, dan sumber daya yang tersedia.

Faktor sosial yang berpengaruh terhadap minat untuk memulai usaha ini ialah masalah tanggung jawab terhadap keluarga. Biasanya, seseorang yang berumur 25 akan lebih mudah membuka usaha baru dibandingkan dengan seseorang yang sudah berumur 45. Mereka akan mempertimbangkan istri, anak, dan biaya rumah tangga. Sedangkan, faktor lain yang mempengaruhi saat membuka usaha baru adalah pertimbangan antara pengalaman dan semangat, energi, dan rasa optimis. Biasanya, orang muda lebih optimis dan energik dibandingkan dengan orang yang sudah berumur.

E. Peluang Membuka Usaha Baru

Terkadang, seseorang yang ingin membuka usaha baru didorong oleh rasa optimis berlebihan. Untuk mengurangi rasa tersebut, perlu dilakukan evaluasi. Misalnya, Mengingat isu yang berkembang bahwa hanya 1 dari 10 usaha baru yang akan sampai pada ulang tahunnya yang kesepuluh dan perusahaan lainya mati di tengah jalan, kita harus selalu berhati-hati dan tidak gegabah asal membuka usaha baru. Namun, kita juga harus memperhitungkan kemungkinan lainnya yang akan dihadapi, antara lain teman yang diajak kerja sama (jika ada), karyawan pembantu, sumber modal, komoditi yang akan di jual, kemungkinan daya serap pasar, dan lain sebagainya. Jadi, dalam hal ini kita tidak hanya mengandalkan nasib baik dan optimisme berlebihan dalam membuka. Walaupun nasib baik itu ada,datangnya nasib bukan secara mendadak. Ini merupakan titik temu antara berusaha dan berdoa.

F. Dimulai dari Hobi

Langkah awal menentukan kesuksesan dari bidang usaha yang digeluti. Berikut beberapa hal harus dilakukan untuk memulai sebuah usaha.

  1. Hobi. Mengembangkan hobi menjadi sebuah usaha,mengubah hobi menjadi sesuatu yang produktif dengan antusias. Mengembangkan hobi menjadi peluang untuk meningkatkan taraf hidup.
  2. Bakat. Berminat mengembangkan lebih jauh kelebiihan diri dengan mengerjakan setiap hari. Jadi, bahagia melakukannya tanpa dipaksa. Sehingga, bakat menjadi hobi yang dilakukan secara antusias.
  3. Kekaguman. Kagum terhadap seseorang yang sudah berhasil dalam melakukan usahanya dapat menciptakan motivasi untuk melakukan hal sama, bahkan lebih. Dengan kata lain, manfaat kekaguman terhadap seseorang untuk memulai sebuah usaha.

G. Tipe Wirausaha

Ada banyak tipe wirausaha yang masing-masing dapat dibedakan dari cara beroperasi.

  1. Solois. Solois adalah wirausahawan yang bekerja sendiri atau dengan beberapa orang saja, seperti pedagang atau broker.
  2. Key Partner. Jenis usaha ini merupakan kerja sama seseorang dengan pihak lain, tetapi pihak lain tersebut tidak aktif atau perannya sangat kecil.
  3. Grup. Orang yang lebih suka keringanan dalam mengeluarkan keuangan lebih suka menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain. Ini disebut grup. Kewenangan dalam usaha ini lebih sedikit ketimbang dengan key partner. Sebab, keputusan akan diambil oleh beberapa orang yang tergabung di dalamnya. Perusahaan akuntan menengah ke atas merupakan salah satu jenis usaha grup.
  4. Profesional. Jenis usaha ini, meliputi pengacara, akuntan, dokter gigi, arsitek, dan insinyur. Wirausahawan ini memiliki pendidikan relatif tinggi. Biasanya, para profesional tidak menyebut dirinya wirausahawan, tetapi mempunyai sifat kewirausahaan untuk dapat bertahan hidup dan berhasil.

Berikut beberapa contoh wirausaha.

  1. Workforce builder. Seseorang yang memulai pekrjaannya dari diri sendiri, kemudian mendirikan perusahaan yang lebih besar melalui delegasi dan merekrut orang. Pembersih kantor, misalnya, mengawali pekerjaannya sendiri, kemudian secara bertahap mengembangkannya dengan memperkerjakan pegawai dan berhasil mendirikan sebuah perusahaan.
  2. Concept multiplier. Jenis ini menyadari konsep bisnis yang sukses memiliki potensi untuk dilipat gandakan dengan keuntungan tambahan. Contohnya, lisensi serta penyebaran/pembukaan cabang-cabang.
  3. Pengakuisisi. Wirausahawan seperti ini lebih suka mengambil alih bisnis yang sudah ada. Dengan cara ini, risiko dapat ditekan karena perusahaan yang sudah mapanlah yang dipilih.
  4. Spekulator. Banyak spekulator komoditas menemukan keuntungan pada usaha perumahan. Hal ini diperoleh dengan bermacan cara, seperti membeli dan menjual tanah setelah di kapling; membeli kawasan rumah, kemudian disewakan; atau memperbarui lingkunganya, menaikkan harga sewa, kemudian menjualnya.
  5. Manipulator nilai. Para manipulator nilai adalah wirausahawan yang memperoleh aset dengan harga rendah, kemudian manipulasi struktur keuangannya, sehingga terlihat lebih berharga. Lalu usaha tersebut dijual dengan harga lebih tinggi.
  6. Wirausahawan gaya hidup. Seseorang yang menikmati fasilitas dari kesuksesannya dan memandang bisnis sebagai cara untuk memperoleh hidup lebih enak dapat disebut juga wirausahawan yang mencari kepuasan hidup.Biasanya tipe orang seperti ini mencari bisnis yang dapat bekerja dengan sendirinya dan hanya ditentukan oleh banyaknya hubungan dengan cabang industri tertentu.
  7. Konglomerat. Konglomerat adalah jenis wirausahawan yang mengontrol suatu perusahaan, kemudian dengan induk usaha ini ia membeli perusahaan lain. Salah satu caranya adalah membeli perusahaan dengan rasio pendapatan lebih rendah dari perusahaan induk.

Silahkan baca juga artikel terkait etika dalam berwirausaha : Mau  Berwirausaha Ini Etika Dalam Wirausaha Yang Harus Kamu Tahu.

BISNIS 2018